Peringati Hari Perjuangan Perempuan

Peringati Hari Perjuangan Perempuan Pekerja Internasional, SPI Rejang Lebong Gelar Pendidikan Koperasi Petani

Dewan Pengurus Cabang Serikat Petani Indonesia (DPC SPI) Rejang Lebong menyelenggarakan pendidikan koperasi pada Minggu (08/03/2026). Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Perjuangan Perempuan Pekerja Internasional dan menegaskan pentingnya membangun sistem ekonomi kolektif melalui koperasi sebagai bagian dari perjuangan petani, termasuk petani perempuan.

Setelah pendidikan koperasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi berbagi takjil kepada masyarakat di Desa Mojorejo. Dalam kesempatan tersebut, anggota SPI juga membagikan stiker peringatan Hari Perjuangan Perempuan Pekerja Internasional serta selebaran mengenai Pasal 4 Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Orang yang Bekerja di Pedesaan (UNDROP) guna meningkatkan pemahaman petani terhadap hak asasi petani yang selama ini kerap terabaikan.

Pendidikan koperasi didasarkan pada pandangan bahwa reforma agraria harus disertai dengan pembangunan sistem ekonomi kolektif yang kuat dan berpihak kepada petani. Tanah sebagai alat produksi dinilai tidak akan mampu memberikan kesejahteraan yang optimal tanpa adanya sistem distribusi dan pembiayaan yang mendukung petani secara adil.

Ketua DPC SPI Rejang Lebong, Rifky, menekankan bahwa prinsip ekonomi kerakyatan menempatkan rakyat sebagai subjek utama dalam pembangunan ekonomi. Ia menambahkan bahwa pembangunan Koperasi Petani Indonesia (KPI) perlu dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat basis, cabang, hingga wilayah, sebagai wadah kolektivitas ekonomi yang dikelola secara demokratis, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Ketua DPW SPI Bengkulu, Junaidi, menyebutkan bahwa berbagai komoditas unggulan daerah memiliki potensi besar untuk dikelola melalui koperasi petani. Di Rejang Lebong, misalnya, komoditas kopi dinilai sangat potensial untuk dikembangkan melalui KPI sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menambahkan bahwa pengelolaan koperasi akan disesuaikan dengan potensi komoditas unggulan di setiap wilayah basis SPI.

Kepala Badan Urusan Koperasi Petani, Kampung Reforma Agraria, dan Kawasan Daulat Pangan Pusat, Hendarman, menjelaskan bahwa KPI bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga alat perjuangan organisasi. Oleh karena itu, pembentukan struktur kepengurusan koperasi harus melibatkan unsur penting seperti petani perempuan dan pemuda tani sebagai pengurus. Menurutnya, hasil pengelolaan koperasi nantinya akan membantu memperkuat perekonomian anggota.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan yang lebih rinci di setiap wilayah untuk mengetahui jumlah anggota serta memetakan potensi lahan dan komoditas unggulan yang dapat dikelola melalui koperasi. Di Rejang Lebong, komoditas kopi disebut sebagai salah satu potensi utama yang dapat dikembangkan melalui KPI guna memperkuat ekonomi anggota sekaligus mendorong kedaulatan petani.

Sebagai hasil dari pendidikan koperasi tersebut, peserta berhasil membentuk kepengurusan KPI di tingkat basis yang berada di Desa Mojorejo dan siap untuk mulai dikelola oleh anggota. Selain itu, SPI juga mendorong pendataan ulang jumlah anggota di wilayah Bengkulu guna mempercepat pendirian KPI di berbagai basis sehingga ke depan dapat terbangun kerja sama antar koperasi petani di wilayah tersebut.

Kegiatan peringatan ini ditutup dengan buka puasa bersama anggota DPC SPI Rejang Lebong sebagai bentuk kebersamaan sekaligus penguatan solidaritas antar anggota organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *