Gelar Muscab Perdana, SPI Morowali Tegaskan Perlindungan Lahan di Tengah Masifnya Industrialisasi

MOROWALI. Serikat Petani Indonesia (SPI) terus memperkuat basis organisasinya di berbagai daerah. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Morowali resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang pertama di Desa Bahonsuai, Kecamatan Bumi Raya, pada Minggu (05/04/2026). Muscab ini diikuti oleh perwakilan basis dari beberapa kecamatan, yakni Witaponda, Bungku Tengah, dan Bumi Raya. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan DPC SPI Kabupaten Morowali Utara, Moh. Rizal, yang hadir sebagai peninjau.
Dalam forum Muscab yang berlangsung, Imam Ghalib Ghazzali terpilih sebagai Ketua DPC SPI Kabupaten Morowali. Terpilihnya kepengurusan ini menandai terbentuknya struktur resmi organisasi SPI di Morowali sebagai wadah perjuangan petani.
Dalam sambutannya, Imam Ghalib Ghazzali menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kesejahteraan petani di Morowali. “Amanah yang diletakkan di pundak saya hari ini bukanlah sekadar jabatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa suara petani Morowali menuju kesejahteraan yang berkeadilan,” ujarnya.
Imam juga menyoroti kondisi Morowali sebagai wilayah yang kaya sumber daya, namun menghadapi tantangan serius di sektor agraria, terutama di tengah arus industrialisasi yang semakin masif.
Imam menyampaikan bahwa ke depannya DPC SPI Morowali akan memfokuskan kerja organisasi pada beberapa hal utama, yaitu penguatan organisasi sebagai rumah bersama bagi petani, mendorong kedaulatan pangan dengan memastikan perlindungan lahan pertanian, serta memperkuat advokasi kebijakan agar berpihak pada kesejahteraan petani kecil.
“Kita harus memastikan bahwa di tengah industrialisasi yang masif, lahan pertanian tetap terlindungi dan petani tetap menjadi tuan di tanahnya sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kerja kolektif dalam menjalankan roda organisasi. “Saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya memohon dukungan, kritik, dan kerja keras dari seluruh pengurus dan anggota. Mari kita rapatkan barisan, bekerja dengan integritas, dan konsisten dalam garis perjuangan organisasi,” pungkas Imam.